Mengupas dan Membahas Masalah Agama

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Sit amet felis. Mauris semper,

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, ...

Category name clash

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. ...

Test with enclosures

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, ...

Block quotes

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

Contributor post, approved

I'm just a lowly contributor. My posts must be approved by the editor.Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at ...

Tampilkan postingan dengan label Aliran Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran Agama. Tampilkan semua postingan
Posted by Bud-Kar Blog - - 0 komentar

Agama atau "dien" di dalam Bahasa Arab berarti aturan yang dipatuhi dan dijadikan sebagai jalan hidup. Ber-agama, katakanlah beragama Islam, itu artinya kita memilih dan menjadikan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sebagai pedoman atau jalan hidup yang kita tempuh dan kita patuhi selama menjalani kehidupan di dunia ini. Kita patuhi segala aturan dan ajarannya dengan penuh kesadaran, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan kolektif (masyarakat). Memilih Islam sebagai jalan hidup itu juga berarti kita rela dengan segala konsekwensinya, kita yakini dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran jiwa dan akal akan apa yang diperin tahkan kepada kita untuk diyakini, dan kita laksanakan semua perintah-perintahnya dengan penuh kesadaran pula, dan kita jauhi larang-larangnya dengan penuh keikhlasan dan ketulus-an hati kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Maka seorang muslim yang baik adalah muslim yang selalu memelihara dan menjaga komitmennya kepada keyakinannya, dan tetap berpegang teguh kepada pendirian dan keyaki-nannya sebagaimana tercermin di dalam ajaran Islam yang ia anut, apa pun resikonya. Itulah arti dari memilih Islam sebagai agama dan the way of life (jalan kehidupan).

Berikut ini beberapa prinsip dasar yang harus tetap kita yakini dan kita pelihara di tengah dahsyatnya kecamuk golombang pemikiran yang sesat dan menyesatkan yang dihembuskan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam lingkaran syetan JIL (Jaringan Islam Liberal), pengusung faham Islam Inklusif atau pun Pluralisme, mereka berkeyakinan, bahwa semua agama adalah sama, tidak boleh mengatakan agama sendiri (Islam) yang benar, sebab semuanya adalah benar, semua menuju Tuhan, hanya penamaan Tuhan dan cara beribadahnya saja yang berbeda. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam, mudah-mudahan kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh syubhat/kerancuan yang mereka lontarkan, insya Allah.

Prinsip-prinsip dasar yang dimaksud yakni:
§    Prinsip pertama; Kita meyakini dengan sepenuh hati dan seyakin-yakinnya, bahwa hanya Allah yang berhak kita sembah. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu apa pun yang menyerupai-Nya.

Prinsip ini jelas manafikan segala macam sesembahan dan obyek ibadah selain Allah, maka penamaan Tuhan (ilah) yang tidak berdasarkan keterangan yang dijelaskan sendiri oleh Allah dan Rasulullah adalah batil. Itu tidak lebih sebagaimana yang dikatakan Allah "asma' sammaitumuha antum wa abaukum" sebutan (nama-nama) Tuhan yang kalian dan moyang kalian julukkan, sama sekali tidak ada hujjah dan sulthan (kekuatan argumen) atasnya.

Oleh karena itu, menamakan Allah dengan nama Brahma atau Kristus misalnya, serta beribadah kepadanya, maka jelas merupakan kebatilan, karena yang demikian bertentangan dengan prinsip tauhid atau keesaan Allah. Berbeda halnya ketika umat Islam menyebut ar-Rahman atau ar-Rahim, maka yang dituju dan dimaksud tetap Allah juga, karena Allah sendiri telah menyatakan, bahwa Dirinya memiliki nama demikian. Di samping itu, ada masalah yang lebih prinsip lagi yaitu, bahwa masing-masing penyebutan Tuhan di dalam setiap agama memiliki konsep, persepsi dan kaidah yang berbeda-beda yang jelas tidak mungkin bersatu dengan konsep ketauhidannya kaum muslimin. Maka menyamakan prinsip ketuhanan antara Islam dengan agama-agama yang lain, berarti menyamakan Allah dengan ilah-ilah yang lain atau kalau itu diisti-lahkan dalam Bahasa Arab namanya syirik alias menyekutukan Allah.
§    Prinsip ke dua ; Kita yakini, bahwa satu-satunya jalan keselamatan yang dapat mengantarkan kita kepada keridhaan Allah adalah menempuh jalan hidup di atas ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, Shalallaahu alaihi wasalam .

Memegang prinsip ini berarti menolak tata cara ibadah yang tidak berdasarkan tuntunan yang dibawa oleh Rasulullah , maka tidak berlaku slogan banyak jalan menuju Roma, namun yang berlaku adalah beribadah hanya kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam, inilah makna syahadat la ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Orang Islam tidak akan mungkin menyembah Allah di Pura dengan tata cara ibadah Hindu, meskipun dengan menyebut nama Allah, atau menyembah dewa Brahma, Kristus di dalam masjid. Demikian pula orang Hindu tidak akan mungkin melakukan shalat di masjid, meskipun dengan menyebut Tuhan mereka. Jika hal itu sampai dilakukan oleh seorang muslim, maka persaksian la ilaha illallah Muhammad rasulullah dengan sendirinya gugur dan batal, maka pengakuan seribu kali sebagai muslim pun tidak berlaku sebelum ia betaubat serta meninggalkan sesembahan selain Allah dan cara ibadah yang di luar Islam itu.

"Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam". (Ali Imran: 19)
"Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali Allah tidak akan menerimanya, dan ia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi". (Ali Imran: 85)
"Pada hari ini telah Kusempurna-kan bagimu agamamu dan telah Kusem-purnakan atasmu karunia-Ku dan Aku ridha Islam sebagai agama bagi kamu". (al-Ma'idah: 3)
§    Prinsip ke tiga; Kita yakin dengan sepenuh hati, bahwa Islam telah mewakili dan sekaligus meng-hapus (muhaiminan `alaih) agama-agama yang pernah diturunkan Allah sebelumnya.

Dan sebaliknya kita pula meyakini, bahwa agama lain sama sekali tidak dapat dijadikan sebagai jalan menuju keselamatan, sekalipun kata pemeluk-nya merupakan jalan menuju kesela-matan. Karena al-Qur'an, kitab suci kita menginformasikan kepada kita, bahwa ajaran dan kitab suci agama-agama terdahulu (baca: Taurat dan Injil) telah tidak sempurna, mengalami perubahan substansial, diselewengkan (tahrif). Yang demikian itulah yang diajarkan oleh agama Allah. Dan kita wajib meyakini, bahwa siapa saja yang tidak beriman kepada Islam, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam, dan keesaan Allah (tauhid) yang diajarkan oleh para nabi, adalah kafir dan tempatnya di neraka. Sebab Allah Subhannahu wa Ta'ala. dan Rasul-Nya telah menyatakan demikian!

"Demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tiada seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani yang mendengar seruanku ini, lalu ia mati (padahal) tidak beriman kepada ajaranku, melainkan ia adalah penghuni neraka." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah mengisyaratkan bahwa siapa saja dari umat yang dia dakwahi dan atau ia mendengarkan dakwah tersebut, namun tidak mau beriman dengan risalah yang beliau bawa, maka dia pasti menjadi penghuni neraka, tidak peduli Yahudi atau Nashrani.

Akan tetapi, meskipun kita meyakini, bahwa Islam adalah jalan satu-satunya yang dapat mengantarkan kita kepada keselamatan, ia tidak boleh dipaksakan kepada non muslim untuk meyakini dan mengamalkan ajarannya, apalagi memaksa mereka supaya memeluknya. Sebab Allah telah menegaskan, “Tidak ada paksaan di dalam agama". Namun tugas yang diembankan kepada kita, yaitu me-nyampaikan dan menyosialisasikan ajaran Islam adalah harus dan wajib kita lakukan dengan penuh hikmah, pelan-pelan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk merenung dan berproses secara bertahap.
§    Prinsip ke empat ; Kita wajib mengafirkan mereka (non muslim) atau menyebut mereka sebagai orang kafir.

Karena Allah telah menyatakan kekafiran mereka, sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari Ahlu Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik, bahwa mereka tidak akan meninggalkan agamanya sebelum datang kepada mere-ka bukti yang nyata". (al-Bayyinah:1)

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata "sesungguhnya Allah itu ialah "Almasih putra Maryam". (al-Ma`idah: 72).
Demikian pula tentang aqidah trinitasnya kaum Nashara, Allah telah menjelaskan dengan gamblang,
"Sesungguhnya kafirlah orang- orang yang mengatakan (berkeyakinan) bahwasanya Allah itu salah satu dari yang tiga". (al-Ma`idah:73).

Meragukan kekafiran mereka adalah bentuk ketidakpercayaan kepada Allah dan firman-Nya dan wujud ketidakberimanan kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Maka dari itu para ulama menegaskan, bahwa di antara penyebab seseorang itu murtad, keluar dari Islam adalah "Tidak mengafirkan atau meragukan kekafiran orang-orang kafir", yaitu mereka yang dinyatakan oleh Allah sebagai orang kafir.
§    Prinsip ke lima ; Kita tidak boleh melakukan tindakan tidak beradab, anarkisme, pembunuhan, perusakan dan kekerasan terhadap siapa pun, terhadap orang muslim ataupun orang kafir.

Selagi orang-orang kafir itu tidak mengganggu atau memerangi kita dalam bentuk apa pun. Bahkan sebaliknya Allah menganjurkan kepada kita agar kita berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka.
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangimu, karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesung-guhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku Adil". (al-Mumtahanah: 8)

Rasulullah, Shalallaahu alaihi wasalam pun telah bersabda: "Barang siapa yang mengganggu seorang kafir dzimmi, maka aku adalah musuh-nya di Hari Kiamat kelak". (al-Hadits).

Begitu indahnya ajaran Islam yang kita anut ini! Ajarannya penuh dengan keadilan, kesejukan, keramahan dan ketegasan. Betapa indahnya eksklusifisme yang diajarkannya kepada kita! Ia mengajak kita supaya menjadi muslim yang eksklusif! Muslim yang benar-benar menampakkan jati diri, tidak mengkaburkan diri namun adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti yang luhur.

Eksklusif tapi tidak anarkis. Eksklusif tapi tidak memaksakan kehendak! Eksklusif tapi tetap bersikap baik terhadap siapa pun selagi tidak disakiti, tidak diganggu dan tidak diperangi! Eksklusif tapi adil! Eksklusif tapi tegas! Eksklusif tapi toleran dengan tidak mencampur baurkan ajaran agamanya dengan ajaran agama lain!

Jika demikian, maka kita kaum muslimin harus bangga dengan Islam yang kita anut, harus bangga menjadi seorang muslim yang eksklusif. "Katakanlah, saksikan, bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam!".

[ Read More ]

Posted by Bud-Kar Blog - - 0 komentar

eramuslim - Setelah pengusiran anggota Ahmadiyah dari markasnya di kawasan Parung, Bogor, pekan lalu, polemik sekitar kelompok keagamaan asal Pakistan itu terus bergulir. Mulai dari silang pendapat apakah Ahmadiyah bagian dari ummat Islam ataukah tidak, sampai ajakan untuk menempatkan Ahmadiyah sebagai sebuah agama baru yang keberadaannya diakui undang-undang.
Dari catatan sejarah, persoalan Ahmadiyah sebenarnya bukan persoalan baru di Indonesia. Geliat Ahmadiyah bahkan memaksa MUI mengeluarkan fatwa tahun 1980. Lembaga tertinggi ulama Indonesia itu menetapkan bahwa Ahmadiyah bukan Islam dan menyesatkan. Untuk mendapatkan gambaran lebih jauh tentang Ahmadiyah, berikut kutipan bincang-bincang eramuslim dengan KH Kholil Ridwan, Anggota MUI, Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) dan Wakil Ketua Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI):
Sampai saat ini belum ada sikap resmi dari pemerintah atas kekecewaan terhadap keberadaan Ahmadiyah. Bagaimana Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI) melihat masalah ini?
Ahmadiyah itu bukan Islam. Karena bukan Islam. Maka ia tidak berhak hidup di bumi Indonesia. Yang berhak hidup menurut undang-undang di Indonesia itu adalah, Islam, Kristen, Katholik, Hindhu dan Budha. Di luar itu tidak dibenarkan. Jadi, agama seperti Ahmadiyah, di Indonesia tidak boleh mendakwahkan agamanya di Indonesia. Kalau mendakwahkan berarti melanggar undang-undang. Kita berharap Pemerintah RI menindak.
Kalau saja, misalnya, Arswendo membuat kasus penelitian orang terpopuler, Nabi Muhammad nomor 10, diganjar delapan tahun. Lalu yang di Malang, yang menerjemahkan shalat dengan bahasa Indoensia, ditahan dan ditangkap. Maka Ahmadiyah, yang pelanggarannya lebih besar dari itu , mestinya juga ditangkap. Karena dia (Ahmadiyah) memprovokasi umat Islam untuk berbuat anarkhi. Mestinya Pemerintah berbuat, dan KISDI berharap itu.
Bukankah Ahmadiyah sudah lama ada di Indonesia. Kenapa reaksi itu baru muncul sekarang?
Betul, Ahmadiyah sudah lama di Indonesia. Kita sebenarnya percaya pada Pemerintah, kita percaya pada Kejaksaan Agung, pada polisi. Tapi kenyataannya, setelah di makan waktu, mereka besar dan mereka mengadakan acara, lalu kita bereaksi. Lho, Ahmadiyah besar begini, dan mengundang tokoh internasionalnya. Kalau mereka tidak mengundang, mungkin kita tidak (bereaksi, red). Pernyataan kita merupakan reaksi pernyataan Dawam Rahardjo dan Aliansi Masyarakat Toleransi Beragama. Sebagai reaksi, yang resah sebenarnya masyarakat Parung, Bogor yang ada di sekitar markas Ahmadiyah. Mereka terprovokasi dengan kegiatan itu. Jadi reaksi KISDI itu atas pernyataan Dawan dan kawannya itu.
Ahmadiyah, menurut Anda, bagian dari Islam atau memang di luar Islam?
Kita melihat Rabithah (Rabithah 'Alam Islamy, red), di situ ada kubaro (petinggi-petinggi, red), ulama, ada majelis ulama internasional, telah menghukumkan bahwa Ahmadiyah di luar Islam. Jadi kita ikuti pendapat itu saja. Di Pakistan Ahmadiyah disamakan dengan minoritas, seperti Kristen, Katholik, Hindhu dan Buddha. Orang-orang Pakistan yang mau naik haji minta visa ke Kedubes harus membawa surat keterangan bahwa dia bukan Ahmadiyah. Karena orang Ahmadiyah tidak dianggap Islam.
Berarti Ahmadiyah memakai-makai istilah Islam hanya sebagai kedok, dalih atau cara untuk dianggap sebagai bagian dari umat Islam atau ormas Islam?
Justru itu yang merusak Islam. Kalau mereka menganggap Ahmadiyah sebagai agama sendiri, tidak membawa-bawa Islam dan Al-Qur'an, maka silahkan saja. Itu lakum diinukum waliya dien . Justru kebebasan agama di situ. Jadi kalau kita dibilang tidak memberikan kebebasan beragama itu tidak benar. Justru mereka (Ahmadiyah) itu merusak agama kita. Kalau mereka ingin mendirikan agama silahkan mendirikan agama sendiri, tapi tidak mengklaim bagian dari Islam. Tapi di Indonesia tidak berhak hidup. Karena yang sesuai dengan UU itu cuma ada lima.
Kalau ada yang mengatakan bahwa Ahmadiyah tidak membuat keresahan, menurut Anda?
Buktinya jama'ahnya semakin banyak. Berarti mereka dakwah mengajak orang Islam untuk masuk Ahmadiyah. Dan setelah masuk dia tidak mau jama'ah dengan umat Islam. Masjidnya sendiri, ibadahnya sendiri, wanita Ahmadiyah tidak boleh dinikahi laki-laki yang bukan jama'ah Ahmadiyah. Tapi laki-laki dia boleh menikahi umat Islam. Yang benar saja. jadi kita dianggap kafir, dan dia menganggap dirinya Islam.
Dalam ajaran Ahmadiyah, selain tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, apa ada hal-hal lain yang secara aqidah melanggar ketentuan Islam?
Ada ajaran-ajaran lain yang menyimpang dari aqidah Islam. Ada 11 point penyimpangan Ahmadiyah seperti dalam buku "Aliran dan Paham Sesat" karya Hartono Jaiz.
Akhir-akhir ini Islam selalu dipojokkan dengan berbagai hal. Setelah tuduhan terorisme oleh AS dan sekutunya, ajaran sesat, kini Ahmadiyah yang mengklaim diri sebaagai bagian dari umat Islam. Ini gejala apa?
Ini karena era reformasi yang liberal, ditandai dengan kebebasan pers, kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, demokrasi atas nama hakasasi manusia, dan yang ngawu-ngawur itu kemudian muncul. PKI sekarang saja berani muncul. Ada yang jadi anggota DPR, lalu menulis buku "Aku Bangga Menjadi Anak PKI." Apalagi yang Ahmadiyah, dengan embel-embel Islam.
Apa Anda melihat kejadian ini ada desain dari pihak tertentu untuk mengkacaukan (umat) Islam?
Secara global, pergumulan ideologi itu pasti ada. Memang, di luar Islam ada keresahan dengan kembalinya bangkitnya memimpin dunia ini. Maka, dibuatlah skenario untuk meredam kebangkitan Islam dan umat Islam ini. Maka setiap ada benih yang dijadikan perpecahan umat dan menjadi bom waktu, itu dipelihara dan dibiarkan. Cuma kita tidak bisa membicarkannya secara spesefik. Dari zaman Perang Salib kan memang begitu.
Lalu tanggapan dunia Islam terhadap keberadaan Ahmadiyah seperti apa?
Kalau Malaysia melarang secara tegas. Brunei juga melarang secara tegas. Pakistan menganggap Ahmadiyah sebagai non-Muslim. Lalu Liga Dunia Islam menganggap mereka sebagai bukan Islam. Statement bahwa Ahmadiyah bukan Islam itu sudah maksimal. Silahkan buat agama sendiri. Dia mau naik haji ke Rabwah silahkan, tapi jangan mengaku sebagai Muslim. Itu namanya benalu. Dan benalu harus dipangkas. (sdn)

[ Read More ]